Sabtu, 02 Juli 2022

ARTI PENTING PENGUASAAN BAHASA INDONESIA BAGI KAUM PEMUDA


Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa, manusia dapat berkomunikasi, berinteraksi, dan mengembangkan diri. Begitu juga dengan bahasa Indonesia, ia memiliki banyak peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahasa Indonesia berperan penting dalam pendidikan karakter di Indonesia, karena menggunakan bahasa Indonesialah kegiatan pendidikan dilakukan, dimana dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan berpengaruh pada kepribadian, watak, dan karakter. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa peran bahasa Indonesia adalah sebagai perwujudan karakter penerus bangsa yang baik. 

Selain berperan sebagai sarana pendidikan karakter di Indonesia, bahasa Indonesia juga memiliki peran sebagai bahasa persatuan. Pernyataan tersebut dapat dikaitkan dengan sejarah lahirnya bahasa Indonesia itu sendiri, yaitu berasal dari bahasa Melayu, tepatnya Melayu Riau. Dikutip dari Hardjoprawiro (2005), beberapa alasan bahasa Melayu diterima sebagai bahasa persatuan diantaranya: (1) kedudukannya yang telah berabad-abad sebagai bahasa penghubung antar pulau, (2) bentuk bahasanya yang luwes dan mudah dipelajari, dan (3) tidak mengenal tingkatan-tingkatan seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Madura. Berhubungan dengan beberapa alasan tersebut, dan penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, akhirnya pada tahun 1928 dalam kongres pemuda yang dihadiri oleh aktivis dari berbagai daerah, bahasa Melayu diubah namanya menjadi bahasa Indonesia, dan diikrarkan dalam sumpah pemuda sebagai bahasa nasional. 

Bahasa Indonesia kini digunakan sebagai bahasa resmi di Indonesia yang digunakan dalam proses pendidikan. Keberadaan bahasa Indonesia bukan berarti mengabaikan keberadaan bahasa daerah yang secara turun-turun dipelajari, bahkan dipelajari di beberapa sekolah sebagai muatan lokal. Namun bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa persatuan, dimana meskipun tidak setiap orang yang berkunjung ke suatu daerah mampu berbahasa daerah, namun mereka tetap dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Itulah makna bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia juga kini menjadi mata pelajaran wajib yang dipelajari dari jenjang Sekolah Dasar bahkan sampai jenjang perguruan tinggi. 

Meskipun demikian, dalam era globalisasi yang membuat dunia seolah-olah tanpa sekat, semakin marak penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai lini kehidupan. Meskipun efek ini belum terlalu signifikan mempengaruhi eksistensi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, namun pada beberapa lini kehidupan telah terpengaruh. Sebagai contoh, ditemukan kasus beberapa sekolah internasional di Indonesia yang tidak mengajarkan bahasa Indonesia, padahal berdasarkan aturan pemerintah mewajibkan hal tersebut. Akibatnya banyak lulusan dari sekolah tersebut, dimana tidak hanya warga berkebangsaan asing saja yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut tidak mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tren kemajuan zaman yang semakin menempatkan bahasa Inggris pada posisi yang lebih superior dikhawatirkan dapat menggerus peran bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. 

Selain permasalahan globalisasi yang menempatkan bahasa Inggris dalam posisi superior, penggunaan bahasa gaul yang mulai membuat para pemuda terbiasa dikhawatirkan dapat mengancam posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Permasalahannya kedua hal tersebut bukan pada mereka yang mempelajari bahasa Inggris atau bahasa gaul, lalu menerapkannya dalam kehidupan. Bahasa hanyalah sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan gagasan atau ide kepada lawan bicara. Namun permasalahan yang sesungguhnya adalah ketika para pemuda tidak lagi bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, bahkan pada beberapa kasus yang ekstrim menolak untuk mempelajari bahasa Indonesia karena dirasa tidak relevan dengan perkembangan zaman. 

Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Pemerintah diharapkan menindak dengan tegas lembaga-lembaga yang seharusnya mengajarkan atau menerapkan bahasa Indonesia, namun dengan sengaja tidak melakukannya. Penindakan tegas dapat dilakukan melalui pemberian surat peringatan bahkan penutupan izin usaha. Tindakan yang dapat dilakukan pemerintah terkait kebanggaan dalam menggunakan bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan terus mewajibkan bahasa Indonesia dipelajari selama siswa menempuh pendidikan di Indonesia, bahkan sampai pada jenjang perguruan tinggi, baik pada tingkat sarjana bahkan pada tingkat doktoral dengan substansi materi pembelajaran yang relevan dengan jenjang mereka. Pemerintah juga diharapkan terus melakukan update atas unsur-unsur serapan asing yang belum ada sebelumnya agar pandangan atas bahasa Indonesia yang semakin kuno dapat hilang dari pemikiran generasi pemuda. Diharapkan dengan beberapa tindakan yang dilakukan sesuai dengan permasalahan yang dipaparkan, karakter bangsa Indonesia yang disatukan melalui bahasa Indonesia, yang telah dirumuskan pada sumpah pemuda sebagai bahasa nasional dapat terus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Bahasa bersifat dinamis, untuk itu pemerintah perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar